Ngobrol Sedikit Masalah Rokok

Saya tidak akan menulis bertele-tele masalah rokok dari sisi ekonomi, kesehatan, sosial, atau bahkan filsafat yang sudah banyak dibahas oleh para pakar ahli. Saya hanya ingin mengomentari 2 mindset yang terpatri di otak masyarakat mengenai rokok. Okeh! langsung saja!
rokok kretek
1. Merokok tidak akan membuat anda menjadi preman.
Benar, banyak orang tidak suka melihat orang merokok atau bahkan benci sekali pada rokok. Itu semua hanya disebabkan karena dari awal sudah memiliki mindset bahwa rokok=preman, merokok = bukan pria baik-baik = pria mbadung = pria nakal dll. Itu semua mindset yang sebenarnya perlu bahkan wajib dipertanyakan. Tidak ada hubungan kausalitas antara rokok dan kejahatan moral. Tidak ada orang yang menjadi preman karena merokok. Tidak ada orang yang merokok karena menjadi preman. Singkatnya, merokok bukan kewajiban seorang preman. Setiap preman bebas memilih mau merokok atau tidak. Setiap perokok juga bebas memilih mau jadi preman atau tidak. Selain itu secara empiris sejauh pengamatan saya mayoritas masyarakat Indonesia yang berjenis kelamin laki-laki adalah perokok. Namun apakah berarti bahwa mayoritas masyarakat Indonesia yang berjenis kelamin laki-laki adalah preman? Tidak juga dong.

2. Tidak merokok tidak membuat anda menjadi banci.
Saat masih remaja saya ingat teman-teman saya menawari (baca = mencekoki) saya dengan rokok. Ketika itu saya menolak. Kemudian mereka mencaci maki saya, “Banci lu ah!”. Apakah benar hal seperti itu? Tentu saja tidak benar!
Apakah merokok merupakan ukuran kejantanan seseorang?  Sempit sekali pemahaman seperti itu! Mereka yang memiliki pandangan seperti ini benar-benar membonsai kejantanan hanya pada keberanian merokok. Atau bisa dibilang keberanian mengambil resiko terkena penyakit karena rokok. “Kejantanan” tentu saja memiliki banyak aspek yang tidak perlu saya sebutkan panjang lebar di sini.

Jadi mau merokok ataupun tidak merokok itu tergantung pilihan masing-masing. Setiap orang yang merokok punya alasan untuk merokok. Orang yang tidak merokok pun memiliki alasannya sendiri. Jadi yang tidak merokok jangan serta-merta menghujat perokok semata-mata karena alasan kesehatan yang sebenarnya pun masih perlu dipertanyakan. Ingatlah bahwa sejarah bangsa ini sangat erat hubungannya dengan rokok kretek yang terkenal sedunia itu. Rokok kretek yang menjadi warisan budaya bangsa dan urat nadi perekonomian bangsa.

Selain itu, para perokok juga hendaknya menghormati orang yang tidak merokok. Hindarilah merokok di tempat-tempat umum yang banyak lalu lalang dan bisa mengganggu orang lain. Jangan merokok di angkutan umum, ruangan sempit, di puskesmas, rumah sakit, di dekat bayi, dll. Hilangkanlah arogansi dan tidak usah sok menunjukkan kejantanan dan kekerenan di depan publik dengan merokok.

Merokok atau tidak merokok itu prinsip hidup. Memilih untuk merokok atau tidak merokok itu seperti memilih agama dan kepercayaan😀. Salam damai bagi perokok dan non-perokok!

About panjikeris

my lifestyle determines more than just my deathstyle

Posted on 5 Oktober 2011, in Curhat, Ngawur and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Silakan dikomentari

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: